•  
  • SATE AYAM PONOROGO
Jumat, 24 Desember 2010 - 10:43:36 WIB
Pasar Pahing Tempo Doloe
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kediri - Dibaca: 4891733 kali

Pasar Pahing Kediri terletak di jalan HOS Cokroaminoto Kota Kediri, merupakan salah satu pasar tua di Kediri. Bagaimana keadaan dulu dan sekarang?

Pasar pahing tempo dulu

Kawasan Pasar Pahing di Jalan HOS Cokroaminoto dulunya ternyata bukan pasar. Pada tahun 1800-an kompleks Pasar Pahing pernah menjadi rumah dinas Bupati Kediri waktu itu, Pangeran Slamet Poerbonegoro.

Menurut Cerita, dulu ada kereta api yang beroperasi dengan rute Pare – Pasar Pahing lewat pesantren. Klo anda jeli di perempatan babtis ada bekas relnya. Orang sering menyebutnya Kereta kluthuk, mungkin karena kereta dengan kapasitas dan loko yang kecil, Kereta ini sering digunakan pedagang sayur di Pasar Pahing.

Pasar Pahing Sekarang

Pasar ini terkenal dengan pasar yang khusus menjual kebutuhan rumah tangga ringan,seperti pakaian dan makanan. Buka setiap pukul 06.00 – 18.00. malam harinya, diseputar pelataran pasar dan dijalan umum,berubah menjadi tempat untuk menjajakan jajan pasar.

Sebagai pasar umum dengan berbagai jenis kebutuhan hidup sehari hari; Berdiri diatas tanah seluas 14.480 M2, fasiltas pasar terdiri dari : 468 unit kios , Loss sebanyak 727 unit didukung dengan fasilitas parkir, MCK, Musholla dengan daya listrik 3.500 watt. dengan perkiraan jumlah pedagang 1195 orang.

Saat ini Pasar pahing direnovasi menjadi 2 lantai, sayangnya lantai 2 kurang diminati pedagang karena sepi. Untuk itu pengelola melakukan terobosan menjadikan Pasar Pahing menjadi salah satu sentra Handphone dan elektronik (silahkan kunjungi website PDpasar di bawah bila ada yang berminat membuka konter handphone di pasar pahing)

Dinas Koperasi dan UMKM Kota Kediri menyatakan bahwa Pasar pahing akan dijadikan wisata kuliner ala Kya-Kya Surabaya di Kediri. Sudah ada seratus lebih PKL yang siap memadati jalan HOS Cokroaminoto. Wisata ala Kya-kya ini direncanakan akan digelar pada setiap malam minggu. Dengan meniru konsep Kya-Kya tersebut diharapkan pusat keramaian malam minggu yang biasanya terkonsentrasi di Jalan Dhoho dapat terpecah.

 

“Biasanya kalau malam minggu kan yang rame jalan Dhoho, nah dengan adanya kya-kya Pasar Pahing ini diharapkan agar keramaian malam minggu bisa bergeser di Pasar Pahing,” jelas Ir. Haris Candra Purnama, MM, Kepala dinas Koperasi & UMKM Kota Kediri. Saat ini Dinas Koperasi & UMKM sudah pada tahap negosiasi dengan BNI untuk pendanaan wisata kuliner tersebut. “Dana dari BNI sudah ada, kita sekarang sedang koordinasi kepala kelurahan yang terkait. Dan tentu saja dengan para PKL yang setiap malam ada di sepanjang jalan Cokroaminoto.”